Terungkap Desain Mobil Listrik VinFast untuk Pasar Indonesia

Terungkap Desain Mobil Listrik VinFast untuk Pasar Indonesia

DailyKabar.com – Perusahaan mobil nasional VinFast akhirnya resmi mendaftarkan mobil listrik yang dimaksud diketahui adalah VF 3 di dalam Indonesia.

Informasi hal tersebut terungkap dari desain paten yang mana didaftarkan oleh VinFast dalam dokumen Berita Resmi Desain Industri No. 64/DI/2023. Permohonan dengan nomor A00202305374.

Adapaun gambar paten mobil itu terdaftar pada 22 November 2023 atas nama VinFast Trading and Production Joint Stock Company yang dimaksud beralamat di area Hai Phong City, Vietnam.

Secara desain, mobil listrik VinFast VF 3 tampil sebagai micro car dengan desain mengotak yang digunakan sekilas mengingatkan pada desain Suzuki Jimny.
Pada bagian lampu depan pun nampak terinspirasi dari SUV kecil Suzuki itu. Dengan kap mengotak serta tinggi, pilar A cukup tegak, body cladding dalam sekitar fender yang mana terlihat bulky juga buritan yang tersebut desainnya juga mengotak.

Sedangkan bagian interior VinFast VF 3 mendapat desain minimalis untuk mengoptimalkan ruang kabin.

Kabarnya mobil listrik ini akan dibekali dengan motor listrik lalu akumulator yang menawarkan jarak tempuh yang dimaksud mengesankan. Namun sayang, belum terdapat informasi rinci terkait berapa berjauhan jarak tempuh mobil ini. Mobil listrik VinFast VF 3 hadir dengan dua varian, Eco serta Plus.

VinFast Investasi di dalam Indonesia

Sebelumnya kabar VinFast akan hadir di dalam Indonesia memang sudah santer terdengar. Perusahaan yang tersebut memproduksi mobil listrik hal itu bahkan mengucurkan pembangunan ekonomi yang tersebut tidaklah main-main.

Diungkapkan Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Dr. Moeldoko, saat ini ada beberapa perusahaan yang mana sudah masuk untuk berinvestasi mobil listrik dalam Indonesia.

Moeldoko mengungkapkan, salah satunya adalah produsen mobil listrik selama Vietnam, VinFast yang siap penanaman modal di tempat Indonesia.

VinFast berencana menginvestasikan sekitar USD 1,2 miliar atau sekitar Rp 18,8 Triliun untuk membangun pabrik di dalam Indonesia.

(Sumber: Suara.com)