Soal Usulan Jokowi Ubah Format Debat, TPN Ganjar-Mahfud Serahkan ke KPU

Soal Usulan Jokowi Ubah Format Debat, TPN Ganjar-Mahfud Serahkan ke KPU

Dailykabar.com – JAKARTA – Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD , Arsjad Rasjid merespons keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) perihal usulan inovasi format debat kontestan pilpres 2024. Arsjad menegaskan setiap warga negara berhak berbicara atau memberikan masukan demi kemajuan bangsa.

“Kalau saya bilang setiap orang boleh (mengusulkan) termasuk Presiden kemudian juga siapa pun untuk memberikan opini kemudian itu wajar. Itulah namanya Bhinneka Tunggal Ika,” ujar Arsjad pada Gedung TPN Ganjar-Mahfud, Kebon Sirih, Menteng, Ibukota Indonesia Pusat, Rabu (10/1/2024).

Kendati demikian, lanjut dia, tindakan terkait usulan yang dimaksud tetap memperlihatkan menjadi wewenang Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai pihak pelaksana debat. Pihaknya percaya KPU akan menimbulkan langkah terbaik untuk format debat selanjutnya.

“Jadi balik lagi itu semua adalah kebijakan KPU. Jadi kita serahkan semuanya ke KPU, balik lagi, kita percaya KPU akan memberikan yang digunakan terbaik,” jelasnya.

Sebagai informasi, pada waktu ini KPU sudah menyelenggarakan tiga kali debat untuk partisipan Pilpres 2024. Debat selanjutnya akan berlangsung pada 21 Januari 2024 dan juga 4 Februari 2024.

Debat pada tanggal 21 Januari 2024 akan diikut oleh cawapres dengan tema Pembangunan Berkelanjutan, Informan Daya Alam, Lingkungan Hidup, Energi, Pangan, Agraria, dan juga Publik Adat juga Desa.

Selanjutnya untuk debat terakhir menjadi panggung capres yang akan saling beradu gagasan perihal Keseimbangan Sosial, Kebudayaan, Pendidikan, Teknologi Informasi, Kesehatan, Ketenagakerjaan, Narasumber Daya Manusia, lalu Inklusi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi berharap debat pilpres selanjutnya dapat dirancang dengan lebih besar baik. Alasannya agar para capres bisa jadi saling serang masing-masing kebijakan tanpa menyerang personal.

“Sehingga debatnya memang sebenarnya perlu diformat lebih tinggi baik lagi, ada rambu-rambu sehingga hidup, saling menyerang enggak apa-apa tapi kebijakan, policy, visinya yang diserang bukanlah untuk saling menjatuhkan dengan motif-motif personal. Saya kira enggak baik lalu enggak mengedukasi,” ujar Jokowi.

(Sumber:SindoNews)