Siap-Siap, Motor Knalpot Brong Bakal Ditilang lalu Disita

Siap-Siap, Motor Knalpot Brong Bakal Ditilang lalu Disita

Dailykabar.com – JAKARTA – Maraknya pemakaian motor knalpot brong di tempat jalanan sangat menganggu masyarakat. Langkah penindakan merupakan penilangan hingga penyitaan motor akan dilakukan.

Langkah tegas ini akan datang diterapkan lantaran pemanfaatan knalpot brong merupakan salah satu jenis pelanggaran lalu lintas. Hal yang dimaksud tertera di Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan juga Angkutan Jalan.

Polisi pun terus melakukan razia terhadap sepeda gowes motor dengan knalpot brong yang memunculkan pengumuman bising. Seperti Polrestabes Bandung yang digunakan kerap melakukan razia motor knalpot brong. Sepanjang Januari-Desember 2023, mereka itu telah terjadi memusnahkan 11.230 knalpot brong.

Kaporlrestabes Bandung Kombes Pol Budi Sartono menyatakan akan terus melakukan giat operasi knalpot brong. Bahkan, tak segan untuk menyita motor bagi pengendara yang dimaksud masih nekat melakukannya.

“Kami jajaran Forkompimda kota Bandung akan mendeklarasikan anti knalpot bukan standar atau knalpot bising. Sesuai Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 khususnya pada pasal 285 bahwa kendaraan tak sesuai spesifikasi knalpotnya sanggup ditilang kemudian disita,” kata Budi disitir di unggahan video di tempat akun Instagram Polrestabes Bandung.

Penggunaan knalpot brong memang benar menyalahi aturan sebab komponen yang dimaksud terpasang tidak standar. Hal yang disebutkan tertera pada bursa 285 Undang-undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas juga Angkutan Jalan.

“Setiap orang yang mengemudikan motor di tempat jalan tidaklah memenuhi persyaratan teknis kemudian laik jalan meliputi kaca spion, klakson, lampu utama, lampu rem, lampu penunjuk arah, alat pemantul cahaya, alat pengukur kecepatan, knalpot, kemudian kedalaman alur ban, sebagaimana dimaksud pada Pasal 106 ayat (3) juncto Pasal 48 ayat (2) lalu ayat (3), dapat dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling sejumlah Simbol Rupiah 250 ribu.”

Selain itu, pengumuman knalpot juga diatur di Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup nomor 56 tahun 2019 tentang Baku Mutu Kebisingan Kendaraan Bermotor Tipe Baru dan juga kendaraan Bermotor yang dimaksud sedang Diproduksi Kategori M, Kategori N, lalu Kategori L.

Dalam aturan itu disebutkan motor berkapasitas kurang dari 80 cc tingkat maksimal kebisingan 77 dB, motor berkubikasi 80-175 cc tingkat maksimal kebisingan 80 dB, kemudian untuk motor pada melawan 175 cc maksimal bising 83 dB.

(Sumber:SindoNews)