Sandra Dewi Dilaporkan PHPK ke Kejagung, Dicekal ke Luar Negeri

Sandra Dewi Dilaporkan PHPK ke Kejagung, Dicekal ke Luar Negeri

JAKARTA Sandra Dewi resmi dilaporkan Pendekar Hukum Pemberantasan Korupsi (PHPK) ke Kejaksaan Agung (Kejagung) hari ini, Selasa (2/4/2024). Pelaporan ini terkait dengan persoalan hukum korupsi timah suami Sandra, Harvey Moeis .

Perwakilan PHPK, Stein Siahaan mengemukakan tujuan pihaknya melaporkan Sandra ke Kejagung terkait dugaan keterlibatan artis 40 tahun itu menghadapi dugaan korupsi Harvey .

“Jadi hari ini kami dari Pendekar Hukum Pemberantas Korupsi untuk menimbulkan aduan komunitas terkait adanya keterlibatan, adanya dugaan korupsi Sandra Dewi terkait tindakan pidana yang tersebut dikerjakan suaminya Harvey Moeis,” kata Stein pada Kejagung, Selasa (2/4/2024).

“Aduan warga agar Kejaksaan dapat mencari apakah Sandra Dewi terlibat. Karena menurut kami, harusnya Sandra Dewi mengetahui dari mana suaminya mendapatkan penghasilan atau uang,” sambungnya.

Di sisi lain, PHPK menduga Sandra selaku istri Harvey mengetahui seluruh sumber pendapatan pria 38 tahun yang dimaksud selama ini.

“Kalau pendapatannya tidak ada wajar itu dipertanyakan. Apalagi banyak uang cash yang disita Kejaksaan ada di rumah yang tersebut bersangkutan,” jelasnya.

Oleh sebab itu, Stein memohon Kejagung segera menerapkan Pasal Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) terhadap Sandra dan juga Hervey. Di mana jikalau ibu dua anak ini turut menikmati hasil korupsi yang dimaksud diwujudkan sang sumai, maka terancam hukuman pidana selama 5 tahun.

“Kita minta Kejaksaan Agung agar segera menetapkan Pasal TPPU terhadap Harvey Moeis kemudian otomatis Pasal TPPU itu mengena terhadap Sandra Dewi, yang digunakan mana Pasal 5 disebutkan pemukim yang tersebut menerima aliran dana yang tersebut diduga dari hasil langkah pidana itu ia bisa jadi trencam hukuman pidana selama 5 tahun dan juga denda Rp1 miliar,” ujarnya.

Artikel ini disadur dari Sandra Dewi Dilaporkan PHPK ke Kejagung, Dicekal ke Luar Negeri