Profil lalu Agama Butet Kartaredjasa, Budayawan Pendukung Ganjar yang digunakan Dianggap Hina Jokowi

Profil lalu Agama Butet Kartaredjasa, Budayawan Pendukung Ganjar yang digunakan Dianggap Hina Jokowi

Dailykabar.com – Sentilan Butet Kartaredjasa yang mana diduga ditujukan untuk Presiden Joko Widodo di dalam Hajatan Rakyat Pendukung Ganjar-Mahfud di area Alun-Alun Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, pada Hari Minggu (28/1/2024) sedang menjadi perbincangan sejumlah pihak.

“Setiap Mas Ganjar datang setiap saat ada yang digunakan nginthil (membuntuti). Hari ini Mas Ganjar akan datang menemui kita, kemarin sudah ada ada yang tersebut nginthili,” ungkap Butet. “Padahal sing tukang nginthil kuwi opo jenenge (Padahal yang tukang membuntuti itu namanya apa)?”

Massa pun membalas pertanyaan Butet dengan mengatakan wedhus atau kambing. Butet lantas mengatakan kambing lebih besar enak dijadikan tongseng dketimbang mengupayakan paslon.

Tangkapan layar budayawan Butet Kartaredjasa pada waktu memberikan umpatan terhadap Presiden Jokowi yang tersebut merebak pada media sosial TikTok. [TikTok]
Tangkapan layar budayawan Butet Kartaredjasa ketika memberikan umpatan untuk Presiden Jokowi yang digunakan tersebar luas di dalam media sosial TikTok. [TikTok]

Wedhus kuwi isane mung (kambing itu bisanya cuma) ditongseng, wedhus kok menyokong paslon?” ujar Butet.

Sentilan inilah yang digunakan kemudian dianggap menyentil Jokowi. Walaupun tak ditanggapi oleh pihak Istana, tetapi Butet telah lama dilaporkan oleh sukarelawan Jokowi ke Mapolda DI Yogyakarta. Dikutip dari Suara Jogja, Butet dilaporkan dengan dugaan Tindak Pidana Penghinaan di tempat Pasal 3165 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP.

Lantas siapa sebenarnya Butet Kartaredjasa yang mana diduga menghina Jokowi pada hajatan pendukung Ganjar-Mahfud?

Profil kemudian Agama Butet Kartaredjasa

Budayawan Butet Kartaredjasa menyampaikan komentarnya terkait meninggalnya Djoko Pekik, Hari Sabtu (12/8/2023). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
Budayawan Butet Kartaredjasa menyampaikan komentarnya terkait meninggalnya Djoko Pekik, Hari Sabtu (12/8/2023). [Kontributor Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]

Butet Kartaredjasa merupakan budayawan kawakan Indonesia yang dimaksud lahir dalam Yogyakarta pada 21 November 1961. Walaupun namanya telah dilakukan malang-melintang dalam dunia seni Indonesia, sampai sekarang Butet masih bertempat tinggal di dalam Yogyakarta.

Pemilik nama lengkap Bambang Ekoloyo Butet Kartaredjasa merupakan putra dari pelukis Bagong Kussudiarjo serta orang pemeluk agama Kristen. Keluarganya berbagai berkecimpung di dalam dunia seni, misalnya adik laki-laki Butet, Djaduk Ferianto.

Suami Rulyani Isfihana ini diketahui pernah berkuliah di dalam Fakultas Seni Rupa kemudian Desain Institut Seni Indonesia Yogyakarta pada tahun 1982-1987, tetapi konon tidak ada menyelesaikan studinya. Dari pernikahannya, Butet mempunyai tiga orang anak yakni Giras Basuwondo, Suci Senanti, serta Galuh Paskamagma.

Butet Kartaredjasa juga istrinya, Rulyani Isfihana (instagram/masbutet)
Butet Kartaredjasa kemudian istrinya, Rulyani Isfihana (instagram/masbutet)

Nama Butet di tempat dunia hiburan bersinar pasca bergabung dalam beberapa jumlah kelompok teater, seperti Kita-kita, SSRI, lalu Sanggarbambu. Butet juga tergabung di kelompok komunitas seni Kua Etnika sejak tahun 1995.

Dari dunia teater inilah Butet melebarkan sayapnya ke film layar lebar. “Petualangan Sherina” (2000) adalah film layar lebar pertama yang tersebut sekaligus melambungkan namanya, khususnya oleh sebab itu peran Pak Raden yang tersebut sangat ikonik. Sampai tahun 2022, Butet telah bermain pada 18 film.

Namun sosok Butet begitu melekat pada benak publik dikarenakan sentilan isu sosial yang mana dilakukannya di bentuk pentas monolog. Misalnya dengan menirukan pendapat Presiden ke-2 Soeharto, atau dengan tampil pada beberapa inisiatif komedi satire seperti Republik Mimpi kemudian Sentilan-Sentilun di tempat Metro TV.