otoritas Diminta Perhatikan BPJS Kesehatan, Ivanhoe: Jangan Diskriminatif

otoritas Diminta Perhatikan BPJS Kesehatan, Ivanhoe: Jangan Diskriminatif

Dailykabar.com – JAKARTA – eksekutif diminta untuk memperhatikan pelayanan kebugaran terhadap kontestan BPJS Kesehatan. Jangan sampai, warga yang tersebut ingin mencari kesembuhan malah dirumitkan dengan mekanisme juga prosedur pada rumah sakit.

Politikus Partai Nasdem, Ivanhoe Semen mengatakan, masih menemukan keluhan dari rakyat dengan pelayanan BPJS Kesehatan. Mereka merasakan adanya diskriminasi dari rumah sakit terhadap partisipan BPJS Kesehatan.

“Karena rumah sakit tempat merek datang banyak dirasakan melakukan diskriminatif terhadap partisipan BPJS dibandingkan dengan yang mana membayar pribadi atau asuransi. Harusnya hal seperti ini bukan terjadi,” kata Ivanhoe di keterangannya, Rabu (10/1/2024).

Caleg Dapil V DKI DKI Jakarta ini menegaskan, seharusnya negara memberikan jaminan pelayanan yang sebanding untuk seluruh warganya. Pelayanan seharusnya diberikan rumah sakit tanpa memandang metode pembayaran yang tersebut dilaksanakan oleh pasien.

“Ini terlihat bawah belum maksimalnya pengawasan yang digunakan dilaksanakan manajemen BPJS. Karena berbagai sekali rumah sakit yang mana nakal, pada hal memberikan pelayanan kebugaran masyarakat, khususnya penduduk miskin,” ujar Ivanhoe.

Ivanhoe menilai, perlu adanya satu regulasi yang digunakan mengatur standarisasi pelayanan terhadap kontestan BPJS Kesehatan. Sehingga publik mendapatkan kepastian akan pelayanan yang dimaksud akan merekan terima ketika berobat.

“Seharusnya dibutuhkan satu standarisasi untuk pelayanan kebugaran bagi partisipan BPJS ada regulasi yang jelas mengatur standarisasi pelayanan. Apalagi untuk lansia. Sehingga harus ada pengawasan maksimal terhadap SOP, jangan ada diskriminatif,” tegasnya.

Ketua Area Hubungan Sayap kemudian Badan DPP Partai NasDem ini berharap, pelayanan yang baik juga tepat akan memberikan hak sehat bagi seluruh masyarakat. Jangan sampai mereka yang digunakan ingin berobat malah bertambah sakit oleh sebab itu prosedur yang rumit.

“Jangan sampai orang yang dimaksud mau berobat ke rumah sakit biar sehat, lantaran pelayanan ribet juga semrawut, akhirnya mereka itu stres, sehingga sakitnya tambah parah. Itu yang tersebut harus menjadi perhatian,” tutup Ivanhoe.

(Sumber:SindoNews)