Nahkodanya Bawa Pistol, Polisi Terlibat Kejar-kejaran Kapal Berbendera Vietnam pada Perairan Natuna

Nahkodanya Bawa Pistol, Polisi Terlibat Kejar-kejaran Kapal Berbendera Vietnam pada Perairan Natuna

DailyKabar.com – Warga negara Vietnam bernama Nguyen Hoang Giau resmi ditetapkan sebagai tersangka dikarenakan terlibat dalam kasus penangkapan ikan ilegal alias ilegal fishing. Nahkoda kapal KG 932 itu sempat melawan dengan berupaya kabur dari kejaran petugas pada wilayah perairan Natuna Utara, Provinsi Kepulauan Riau.

“Penyidik menetapkan nakhoda kapal bernama Nguyen Hoang Giau selaku nahkoda kapal KG 932 tersangka. Pelaku ditetapkan sebagai tersangka illegal fishing yang tersebut ikannya akan dijual di area Vietnam,” kata Kasubdit Patroliair, Ditpolairud Baharkam Polri, Kombes Dadan, dikutip dari Antara, Minggu (3/12/2023).

Ia mengatakan penetapan tersangka itu berdasarkan hasil gelar perkara yang tersebut dijalankan penyidik.

Saat ini, kapal ikan berbendera Vietnam beserta tersangka dibawa ke Batam untuk penanganan perkara lebih besar lanjut.

Ia mengatakan KIA KG 932 ditangkap personel KP Bisma-8001 pada Minggu (26/11).

“KP Bisma-8001 dengan komandan kapal AKBP Darsuki pada Minggu menangkap KIA berbendera Vietnam dengan 20 orang ABK kapal di dalam perairan Natuna Utara,” kata dia.

Dalam penangkapan itu, polisi menemukan sebuah senjata api rakitan jenis revolver dengan 6 butir peluru.

Ia menceritakan, saat hendak ditangkap, awak kapal KG 932 sempat melakukan perlawanan, hingga terjadi aksi kejar-kejaran dengan petugas.

“Pada penangkapan sempat ada perlawanan hingga saling kejar, namun tak ada perlawanan menggunakan senjata api. Mungkin melihat persenjataan kita lebih banyak banyak,” kata Kombes Dadan.

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan KP Bisma-8001, KIA berbendera Vietnam itu diketahui tengah melakukan penangkapan ikan pada wilayah perairan Natuna Utara tanpa dilengkapi dokumen sebagaimana yang digunakan diatur pemerintah Indonesia.

“Setelah dilaksanakan pemeriksaan senjata api revolver rakitan itu milik nakhoda kapal. Kapal ikan yang juga tak miliki dokumen yang dimaksud sah seperti SIPI lalu SIUP untuk menangkap ikan di tempat perairan Indonesia,” ujar dia.

Masih dari hasil pemeriksaan, kapal itu diketahui sudah beraktivitas pada perairan Indonesia selama 10 tahun terakhir.

“Kapal kapasitas 55 ton itu jika dikerjakan perhitungan kerugian negara mencapai Rp264 miliar selama 10 tahun terakhir. Selain itu aktivitas mereka juga berdampak pada nelayan lokal Indonesia,” kata dia.

Dalam kasus itu, polisi menyita kapal KG 932 TS dengan kapasitas 120 GT, satu jaring pear trawl, satu ton ikan campuran, 1 buah senjata api rakitan serta 6 buah peluru.

Atas perbuatannya, nakhoda kapal bernama Nguyen Hoang Giau dijerat dengan undang-undang perikanan, terancam pidana penjara maksimal 8 tahun serta denda Rp1,5 miliar.

“Untuk kepemilikan senjata api lalu pelurunya masih kita dalami. Untuk penanganan perkara perikanan dilimpahkan ke PSDKP Batam,” ujar Kombes Dadan. (Antara)

(Sumber: Suara.com)