Kenapa Klaim Asuransi Bisa Ditolak? Yuk, Cari Tahu Penyebab dan juga Bagaimana Langkah Jitu Mengatasinya

Kenapa Klaim Asuransi Bisa Ditolak? Yuk, Cari Tahu Penyebab lalu juga Bagaimana Langkah Jitu Mengatasinya

Dailykabar.com – Apakah Anda pemilik polis asuransi jiwa atau kemampuan fisik yang tersebut pernah ditolak pada waktu mengajukan klaim berhadapan dengan suatu risiko yang tersebut sedang dihadapi? Sebagai kontrak pribadi antara perusahaan asuransi (pihak penanggung) dan juga pengguna (pihak tertanggung), setiap polis miliki ketentuan yang digunakan berbeda-beda terkait kegunaan perlindungannya.

Perusahaan asuransi berwenang memberi tahu pelanggan apakah klaimnya ditolak atau hanya sekali membayar sebagian dari nilai faedah yang dimaksud diajukan berdasarkan ketentuan yang mana tertera pada masing-masing polis nasabah.

Setidaknya ada lima alasan paling umum mengapa klaim asuransi jiwa atau kebugaran ditolak. Pertama, mampu jadi polis asuransi tak bergerak (lapse) akibat tidaklah terbayarnya premi berhadapan dengan polis yang mana sudah ada jatuh tempo.

Kedua, pelanggan tidak ada jujur mengungkapkan riwayat penyakit pada waktu membeli polis asuransi, alias miliki kondisi kondisi tubuh tertentu yang tersebut sudah ada ada sebelum berlakunya kegunaan proteksi terkait (pre-existing condition).

Ketiga, klaim asuransi juga berpotensi ditolak apabila dokumen klaim bukan lengkap, mengingat setiap polis pengguna memiliki ketentuan yang mana berbeda satu mirip lain.

Keempat, klaim termasuk pada pengecualian, alias tiada termasuk yang tercantum pada perjanjian polis nasabah. Sementara faktor kelima yang digunakan menyebabkan klaim ditolak adalah masa pengajuan yang dimaksud menyeberangi kadaluarsa, sebab setiap klaim asuransi mempunyai tenggat waktu tertentu bagi klien untuk mengajukan permohonannya.

Lantas bagaimana langkah agar proses pengajuan klaim berjalan dengan lancar? Kata kuncinya adalah “tinjau ulang dokumen polis secara seksama”, apakah faktanya sesuai dengan alasan penolakan atau tidak.

Beberapa langkah terkait yang mana perlu dijalankan adalah sebagai berikut:

  1. Periksa kembali detail informasi pribadi yang tersebut disampaikan ketika awal menghasilkan polis, apakah ada yang digunakan luput atau tak sesuai dengan fakta.
  2. Garis bawahi kata-kata yang menyatakan pemeliharaan (baik tersirat maupun tersurat) untuk keperluan konsultasi lebih lanjut lanjut dengan pihak penanggung.
  3. Pahami pengecualian pada polis asuransi yang Anda beli, seperti misalnya pre-existing condition, meninggal dunia turut juga pada perbuatan kejahatan atau bunuh diri, kecelakaan yang mana disengaja atau direkayasa, juga masih banyak lainnya.
  4. Lengkapi dokumen yang digunakan dibutuhkan ketika mengajukan klaim, seperti di tempat antaranya mengisi formulir klaim yang tersebut telah dilakukan disediakan, menyertakan surat berita acara kronologi terjadinya kerugian (bisa juga secara langsung berbentuk tagihan rumah sakit), polis asuransi asli, juga lain-lain tergantung keinginan masingmasing nasabah.
  5. Perhatikan masa kedaluarsa klaim, di area mana rata-rata batas waktu pengajuan klaim berkisar antara 30-60 hari terhitung dari surat berita acara kronologi resmi dikeluarkan.
  6. Rutin membayar premi agar tidaklah mengalami lapse (polis tidaklah aktif) akibat tunggakan yang dimaksud memicu masa tenggang atau bahkan masa berlaku polis habis. Namun, apabila penolakan klaim terjadi pada luar alasan-alasan yang mana sudah disebutkan tersebut, maka pelanggan disarankan untuk segera menghubungi perusahaan asuransi kemudian melaporkan keluhan melalui formulir atau layanan call center resmi.

Keluhan terkait akan melalui proses peninjauan internal perusahaan asuransi, di tempat mana pengguna berhak memohonkan rinciannya jikalau diperlukan. Apabila polis asuransi dibeli melalui agen, maka ada baiknya konsultasi terlebih dahulu dengan merek untuk kemudian dibantu penanganannya secara profesional.

Selain memahami tata cara pengajuan klaim yang baik serta benar, hal lain yang tersebut tak kalah penting adalah kamu juga perlu mengamati kredibilitas penyedia jasa juga hasil asuransi yang mana sudah ada terbukti berpengalaman. Tentunya perusahaan asuransi yang berizin dan juga diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Itulah penjelasan tentang pemicu klaim asuransi dapat ditolak lalu cara mengatasinya.