Kejagung Periksa General Manager lalu Direktur Operasi terkait Kasus Korupsi PT Timah

Kejagung Periksa General Manager setelah itu Direktur Operasi terkait Kasus Korupsi PT Timah

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) melakukan pemeriksaan terhadap dua pejabat besar PT Timah Tbk (TINS). Keduanya diperiksa pada persoalan hukum dugaan korupsi tata niaga komoditas timah periode 2015 hingga 2022.

Kapuspenkum Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, dua penduduk yang digunakan diperiksa itu berinisial RA selaku General Manager kemudian RA selaku Direktur Operasi dan juga Produksi PT Timah Tbk. Dia menyampaikan pemeriksaan itu dikerjakan melalui kelompok penyidik Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Selasa (2/4/2024).

“Kejagung melalui grup penyidik Jampidsus memeriksa 2 khalayak saksi yang digunakan terkait dengan perkara dugaan aktivitas pidana korupsi pada pengelolaan tata niaga komoditas timah dalam wilayah Izin Usaha Pertambangan di dalam PT Timah Tbk,” ujar Ketut, diambil Rabu (3/4/2024).

Hanya saja, Ketut tidak ada menjelaskan hasil pemeriksaan kedua pemukim tersebut. Namun demikian, pemeriksaan ini diwujudkan untuk meningkatkan kekuatan pembuktian perkara yang digunakan berada dalam ditangani.

“Kedua khalayak saksi yang digunakan diperiksa terkait dengan penyidikan perkara dugaan aksi pidana korupsi di pengelolaan tata niaga komoditas timah dalam wilayah IUP PT Timah Tbk tahun 2015-2022 berhadapan dengan nama Tersangka TN alias AN dkk,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kejagung telah dilakukan menetapkan 16 dituduh pada perkara dugaan korupsi tata niaga timah dalam IUP PT Timah Tbk (TINS). Mulai dari Direktur Utama (Dirut) PT Timah Tbk 2016-2021, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani (MRPT) hingga Harvey Moeis sebagai perpanjangan tangan dari PT Refined Bangka Tin (RBT).

Adapun, Kejagung juga telah lama bekerja serupa dengan ahli lingkungan menghitung kerugian ekologis yang mana disebabkan oleh pertambangan timah di persoalan hukum IUP PT Timah Tbk. (TINS). Hasilnya, kerugian kerusakan lingkungan itu mencapai Rp271 triliun.

Artikel ini disadur dari Kejagung Periksa General Manager dan Direktur Operasi terkait Kasus Korupsi PT Timah