Ikatan Keluarga Orang Hilang Tawarkan Kontrak Politik ke Timnas Amin

Ikatan Keluarga Orang Hilang Tawarkan Kontrak Politik ke Timnas Amin

Dailykabar.com – JAKARTA – Keluarga korban penghilangan paksa 1997-1998 yang tergabung di Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (IKOHI) bertandang ke Kantor Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar ( Timnas Amin ), Menteng, Ibukota Pusat, Rabu (10/1/2024). IKOHI diwakili oleh Hakim Hamdun anak dari korban penculikan paksa yakni Dedi Umar Hamdun, Paian Siahaan orang tua dari Ucok Munandar Siahaan, juga Hardingga anak dari Yani Afri.

Ketiganya bertemu dengan perwakilan Timnas Amin. Mereka menawarkan sebuah kontrak urusan politik terhadap regu pemenangan pasangan calon presiden serta delegasi presiden nomor urut 1 tentang penyelesaian dan juga merespons janji dari masing-masing calon presiden yang dilontarkan ketika debat capres putaran pertama pada 12 Desember 2023 mengenai komitmen penyelesaian tindakan hukum penghilangan paksa 1997-1998.

“Jadi kami ini ingin dapat jawaban yang digunakan pasti, untuk kasus-kasus kami, jadi kami ingin mencoba mengajukan kontrak urusan politik serta hari ini kami sebenarnya agendanya diskusi apa yang digunakan ada pada kontrak kebijakan pemerintah itu,” kata Hakim pada waktu ditemui di dalam Kantor Timnas Amin.

“Karena untuk pertama kali memberikan kontrak kebijakan pemerintah enggak bisa jadi segera disetujui juga. Mereka harus tahu isinya juga kita harus diskusi dulu, dan juga sebenarnya ini kami mengajukan ke seluruh paslon, jadi siapa aja yang menang kami ingin ini diselesaikan,” tambah Hakim.

Hakim mengaku bertemu dengan salah satu Timnas Amin. Namun, Hakim enggan membeberkan siapa yang mana ditemui mereka itu lantaran rapat diadakan secara tertutup. Dalam diskusinya, Hakim serta juga perwakilan Timnas Amin itu mendiskusikan keinginan-keinginan dari para IKOHI.

Kata Hakim, Timnas Amin merespons dengan baik dan juga akan disampaikan dengan segera terhadap Anies Baswedan. “Mereka lebih tinggi mendengarkankan apa keluh kesah kita apa keinginan kita terus kaya gimana langkah segala macam, terus kami juga kami menjelaskan semua dan juga mereka itu responnya bagus, mereka itu akan menyampaikan mungkin saja ke Pak Aniesnya nanti kemungkinan besar nanti Pak Anies akan merespons balik,” ucap Hakim.

Dalam kontrak urusan politik itu, ada banyak tuntutan keluarga korban Penghilangan Paksa 1997-1998 adalah untuk masing-masing calon presiden terkait komitmen penyelesaian perkara berupa:

1. Melaksanakan Rekomendasi Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) di surat Nomor PW.01/6204/DPR RI/IX/2009 terhadap Presiden RI terkait Penanganan Pembahasan menghadapi Hasil Penyelidikan Penghilangan Orang Secara Paksa Periode 1997-1998 sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk menyelesaikan kejahatan penghilangan paksa dan juga menghentikan praktik penghilangan paksa di area Indonesia yang digunakan berupa:
1) Presiden membentuk pengadilan HAM ad hoc.
2) Presiden dan juga segenap institusi pemerintah dan juga pihak-pihak terkait untuk melakukan pencarian terhadap 13 orang yang tersebut oleh Komnas HAM masih dinyatakan hilang.
3) Merekomendasikan terhadap pemerintah untuk merehabilitasi kemudian memberikan kompensasi terhadap keluarga korban yang digunakan hilang.
4) Merekomendasikan terhadap pemerintah untuk segera meratifikasi Konvensi Anti-Penghilangan Paksa, sebagai bentuk komitmen dukungan untuk menghentikan praktik penghilangan paksa.

2. Keseriusan penyelesaian tindakan hukum pelanggaran HAM berat di kejadian penghilangan orang secara paksa periode 1997-1998 ini harus dijalankan setidak-tidaknya pada 100 hari kerja pascadilantiknya calon presiden menjadi presiden terpilih periode 2024-2029.

“Pilpres sebelumnya, cuma janji dari mulut ke mulut, Pak Paian ini sampai tiga kali empat kali diundang ke istana juga identik Pak Jokowi tapi enggak pernah ada hasilnya juga, jadi tidak cuma Pak Jokowi aja,” katanya.

Dia mengaku ingin ada kepastian terkait hambatan tersebut. “Kami sudah ada capek, kami pengen ada hitam di tempat berhadapan dengan putih,” pungkas Hakim.

(Sumber:SindoNews)