Curhat Diminta Setop Kasus Setnov, Jokowi Pertanyakan Maksud Eks Ketua KPK Agus Rahardjo: Untuk Apa Diramaikan?

Curhat Diminta Setop Kasus Setnov, Jokowi Pertanyakan Maksud Eks Ketua KPK Agus Rahardjo: Untuk Apa Diramaikan?

DailyKabar.com – Presiden Joko Widodo mempertanyakan maksud pernyataan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo yang mana mengaku pernah diminta dirinya menghentikan kasus hukum mantan ketua DPR RI Setya Novanto (Setnov) terkait korupsi KTP elektronik (KTP-el).

“Untuk apa diramaikan? Itu kepentingan apa diramaikan, itu untuk kepentingan apa?” tanya Jokowi di dalam Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (4/12/2023).

Jokowi mengatakan hal itu guna merespons pernyataan Agus Rahardjo dalam sebuah acara di area stasiun televisi swasta beberapa waktu lalu, yang menyebut dirinya pada tahun 2017 pernah memohon KPK menghentikan kasus korupsi Setya Novanto.

Jokowi pun meminta masyarakat mengecek pemberitaan dalam tahun 2017 itu, kala kasus Setya Novanto sedang bergulir. Jokowi menekankan bahwa saat itu dia menyampaikan agar Setya Novanto mengikuti proses hukum yang dimaksud ada.

Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengacungkan jempol sebelum konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) di tempat Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10).
Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo mengacungkan jempol sebelum konferensi pers operasi tangkap tangan (OTT) pada Gedung KPK, Jakarta, Rabu (16/10).

“Yang pertama, coba dilihat di tempat berita-berita tahun 2017. Di bulan November, saya sampaikan saat itu Pak Novanto, Pak Setya Novanto ikuti proses hukum yang dimaksud ada. Jelas berita itu ada semuanya,” tegas Jokowi.

Selanjutnya, Jokowi mengatakan proses hukum terhadap Setya Novanto saat itu berjalan. Kemudian, Jokowi menyampaikan bahwa Setya Novanto sudah divonis hukum berat 15 tahun.

Saat ditanya soal adanya motif urusan politik atas pernyataan Agus Rahardjo itu, Jokowi kembali menekankan media serta penduduk untuk memeriksa sendiri.

“Saya suruh cek. Saya sehari kan berapa puluh pertemuan. Saya suruh cek dalam Setneg, nggak ada. Agenda yang dimaksud dalam Setneg, enggak ada. Tolong dicek, dicek lagi aja,” tegasnya.

Sementara itu, saat dimintai tanggapan soal isu hak interpelasi yang digunakan sanggup digunakan DPR RI untuk memohonkan keterangan dari dirinya mengenai pernyataan Agus Rahardjo, Jokowi enggan menanggapi hal itu.

“Enggak mau menanggapi itu (hak interpelasi) saya,” ujarnya. (Antara)

(Sumber: Suara.com)