BPOM Bakal Tindak Tegas Produsen AMDK yang mana Mengandung Bromat Berlebih

BPOM Bakal Tindak Tegas Produsen AMDK yang mana Mengandung Bromat Berlebih

Dailykabar.com –  Badan Pengawas Solusi serta Makanan (BPOM) akan mengambil langkah tegas terhadap pelanggaran aturan keamanan pangan di area Indonesia dengan memberikan sanksi berat, seperti pencabutan produk-produk dari peredaran atau pencabutan izin edar.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala Biro Kerja Sama juga Humas, Noorman Effendi, terkait temuan isi Bromat yang dimaksud berlebihan pada salah satu produk-produk air minum pada kemasan (AMDK).

“Sanksi yang disebutkan dapat berbentuk pencabutan barang dari peredaran hingga pencabutan izin edar,” kata Kepala Biro Kerja Sama lalu Humas, Noorman Effendi di dalam Jakarta.

BPOM menegaskan bahwa belum melakukan uji komposisi Bromat pada AMDK tersebut, kemudian data yang dimaksud berasal dari laboratorium lain. Meskipun demikian, BPOM menyatakan bahwa pengawasan terhadap AMDK berjalan rutin, lalu item yang tersebut beredar pada waktu ini masih memenuhi standar keamanan serta mutu.

Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)
Ilustrasi air minum yang sehat (Pexels/LisaFotios)

“Terkait data zat Bromat pada AMDK yang mana beredar luas dalam media sosial, data yang dimaksud bukanlah merupakan hasil pengujian BPOM,” kata Noorman.

Artinya, ada laboratorium lain yang tersebut lebih banyak dulu melakukan uji kondisi tubuh pangan sehingga muncul data komposisi Bromat dimaksud. Angka yang dimaksud kemudian diungkapkan ke umum guna memberikan kesadaran ke publik lalu pemerintah terkait kondisi yang dimaksud ada.

Paparan Bromat pada jumlah agregat besar dapat menyebabkan berbagai hambatan kesehatan, seperti gangguan pencernaan, ginjal, dan juga sistem saraf, juga dapat meningkatkan risiko kanker. Keberadaan Bromat yang digunakan melebihi ambang batas pernah ditemukan pada beberapa negara lain, termasuk Amerika Serikat, China, lalu Saudi Arabia.

Di Amerika Serikat, merek Zephyrhills pernah ditemukan mengandung bromat melebihi ambang batas, yang mana mengakibatkan pencabutan tambahan dari 300 ribu hasil dari pasaran.