Blusukan ke Warkop, Mahfud Serap Harapan Pelaku UMKM hingga Driver Ojol pada Surabaya

Blusukan ke Warkop, Mahfud Serap Harapan Pelaku UMKM hingga Driver Ojol pada Surabaya

Dailykabar.com – SURABAYA – Cawapres nomor urut 3 Mahfud MD melakukan safari urusan politik ke Jawa Timur untuk mengangkat aspirasi lalu harapan penduduk pada Pilpres 2024.

Dia blusukan ke salah satu warkop di tempat Surabaya sekaligus menemui para pelaku UMKM, mahasiswa, hingga driver ojek online di area Surabaya.

Mahfud menyosialisasikan beberapa inisiatif unggulan jikalau nantinya terpilih menjadi Wakil Presiden. Salah satunya akses internet gratis yang dimaksud merata di dalam seluruh Indonesia.

Menurut dia, di dalam berada dalam pesatnya digitalisasi akses internet menjadi faktor kunci untuk mengupayakan keberlangsungan berusaha. Terutama para pelaku bidang usaha yang dimaksud bergerak pada skala mikro kecil.

Kehadiran internet dapat membantu pelaku usaha mendapatkan penetrasi lingkungan ekonomi yang digunakan lebih lanjut luas. “Kita punya inisiatif namanya gratisin, itu mau menggratiskan WiFi di dalam berbagai tempat. Saat ini internet menjadi keperluan dasar, kalau tiada ada internet sanggup menghilangkan peluang. Makanya ini menjadi inisiatif unggulan kita,” ujar Mahfud, Rabu (10/1/2024).

Dia juga mendengar keluhan dari pelaku UMKM yang digunakan masih terkendala hambatan rumitnya birokrasi untuk mendapatkan perizinan berusaha.

Hal demikian juga menjadi hambatan untuk meningkatkan jumlah agregat pengusaha perusahaan di tempat Indonesia. Padahal sektor UMKM sudah ada diakui pemerintah sebagai pahlawan pada menjaga perekonomian nasional yang tersebut terbukti ketika terjadinya pandemi pandemi Covid-19 hingga pascapandemi.

“Saat ini ada rasa birokrasi yang digunakan sulit, itu harus kita atur agar UMKM dipermudah. Ada beberapa anak muda kreatif tak nyaman dengan birokrasi,” ucapnya.

Bahkan, Mahfud juga mendapatkan keluhan persoalan mekanisme penerbitan sertifikasi halal bagi pelaku UMKM. Salah satu keluhan yang dimaksud diutarakan oleh pelaku UMKM perihal tiada adanya survei yang dimaksud dijalankan oleh lembaga sertifikasi halal untuk meninjau dengan segera proses produksi suatu barang.

(Sumber:SindoNews)