Wall Street Dibuka Melemah, Fakta Perdagangan Eceran Negeri Paman Sam Picu Keraguan Penurunan Suku Bunga

Wall Street Dibuka Melemah, Fakta Perdagangan Eceran Negeri Paman Sam Picu Keraguan Penurunan Suku Bunga

Dailykabar.com – JAKARTA – Wall Street dibuka melemah pada perdagangan, Rabu (17/1/2024), pasca data pelanggan ritel Amerika Serikat cuma naik tipis. Angka ini mengurai ekspektasi terhadap Federal Reserve atau The Fed terkait penurunan suku bunga di area awal tahun ini.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,37% menjadi 37.222,34. S&P 500 dibuka lebih banyak rendah sebesar 0,67% pada kedudukan 4,734.21. Begitu juga Nasdaq Composite turun 0,83%, menjadi 14,820.81 pada bel pembukaan.

Laporan Departemen Perdagangan menunjukkan perdagangan ritel bulan Desember naik 0,6% secara bulanan (Month-On-Month/MoM), lebih banyak tinggi dari konsensus yang tersebut disurvei Media Reuters sebesar 0,4% MoM.Peningkatan nomor pelanggan ritel menghadirkan kegelisahan bahwa target naiknya harga The Fed di area kisaran 2% masih sulit tercapai.

Ini tercermin dari potensi penurunan suku bunga The Fed sebesar 25 basis poin pada Maret yang digunakan turun menjadi 55%, dari sekitar 60% sebelum data yang disebutkan dirilis, menurut FedWatch Tool dari CME Group.

Sementara itu, imbal hasil obligasi Negeri Paman Sam bertenor 10-tahun naik lebih lanjut dari 4%, membebani saham-saham raksasa seperti Alphabet (GOOGL.O), Amazon.com (AMZN.O), Meta (META.O), yang mana turun antara 0,6% lalu 0,9% di perdagangan pra-pasar.

“Bagi The Fed, angka-angka yang disebutkan (penjualan ritel) mengakibatkan keraguan lebih lanjut lanjut terhadap kemungkinan penurunan suku bunga pertama yang tersebut diadakan pada bulan Maret, kemungkinan penurunan yang dimaksud semakin berkurang,” kata Stuart Cole, kepala ekonom pada Equiti Capital di dalam London, dikutipkan dari Reuters.

Saat ini pelaku pangsa masih menanti data produksi bidang bulan Desember, yang digunakan akan dirilis sebelum pangsa dibuka, juga rilis “Beige Book” yang dimaksud berisi pandangan singkat mengenai perekonomian AS.

Sejumlah pejabat Fed juga diperkirakan akan berbicara pada Rabu. Pernyataan mereka akan menjadi petunjuk mengenai waktu penurunan suku bunga.

(Sumber:SindoNews)