Pantas Nana Mirdad Akhirnya Serahkan Bayi Terlantar ke Dinas Sosial, Ternyata Syarat Adopsi Anak Rumit

Pantas Nana Mirdad Akhirnya Serahkan Bayi Terlantar ke Dinas Sosial, Ternyata Syarat Adopsi Anak Rumit

Dailykabar.com – Pekerja Rumah Tangga (PRT) dari artis Nana Mirdad, baru-baru ini menemukan bayi baru lahir. Bayi yang dimaksud ditemukan di area semak-semak dekat rumahnya pada Bali.

Setelah memberikan perawatan kemudian dibawa ke infrastruktur kesehatan, Nana Mirdad dann Andrew White memilih untuk memberikan bayi yang dimaksud baru ditemukan dalam sekitar rumah dia pada Bali ke otoritas sosial setempat. Meskipun sulit bagi Nana Mirdad, beliau percaya bahwa menyerahkan bayi yang disebutkan untuk pihak berwenang adalah kebijakan yang tersebut terbaik.

Sebagai individu ibu, Nana Mirdad merasa berat meninggalkan bayi tersebut. Dia menyatakan dalam Instagram Story-nya pada Hari Sabtu (20/1/2024) bahwa hatinya ingin menghadirkan pulang serta merawat bayi tersebut, seolah-olah bayi itu adalah titipan Tuhan.

Namun, beliau menyadari bahwa tindakan yang dimaksud tidaklah mudah, dikarenakan banyak pertimbangan yang dimaksud harus diambil pada membesarkan anak. Bayi yang dimaksud ketika ini berada di area bawah perawatan medis juga otoritas sosial.

Nana Mirdad temukan bayi baru lahir di area dekat rumahnya (Instagram)
Nana Mirdad temukan bayi baru lahir di dalam dekat rumahnya (Instagram)

Meskipun demikian, Nana Mirdad lalu Andrew White berazam untuk mengunjungi bayi yang dimaksud lalu bersedia memberikan bantuan apabila diperlukan.

“Namun sekarang, kami serahkan bayi ini ke dinas sosial lantaran itu sesuatu yang dimaksud benar untuk dilakukan,” ungkapnya. 

Perlu diingat, bahwa untuk adopsi anak di area Indonesia juga butuh ketentuan serta cara yang dimaksud sudah pernah diatur oleh hukum. 

Dalam hukum Indonesia, bahwa istilah adopsi bukan dikenal pada peraturan perundang-undangan, istilah yang digunakan digunakan adalah pengangkatan anak. Dikutip dari Hukum Online, Istilah adopsi anak merupakan terjemahan dari bahasa Inggris “adoption”, yang dimaksud berarti mengangkat anak orang lain untuk dijadikan sebagai anak sendiri juga mempunyai hak yang digunakan mirip dengan anak kandung.

Hal ini sebagaimana diterangkan di Pasal 1 hitungan 9 UU 35/2014 yang dimaksud menyebutkan:

Anak Angkat adalah Anak yang tersebut haknya dialihkan dari lingkungan kekuasaan Keluarga Orang Tua, Wali yang mana sah, atau orang lain yang dimaksud bertanggung jawab menghadapi perawatan, pendidikan, dan juga membesarkan Anak yang dimaksud ke pada lingkungan Keluarga Orang Tua angkatnya berdasarkan putusan atau penetapan pengadilan.

Lebih lanjut, Pasal 39 ayat (1) lalu (2) UU 35/2014 menyatakan:

Pengangkatan anak hanya saja dapat dijalankan untuk kepentingan yang digunakan terbaik bagi anak serta diadakan berdasarkan adat kebiasaan setempat lalu ketentuan peraturan perundang-undangan;

Pengangkatan anak sebagaimana dimaksud pada ayat (1), bukan memutuskan hubungan darah antara anak yang dimaksud diangkat dan juga orang tua kandungnya.
 
Persyaratan Adopsi Anak

Adapun untuk dapat mengadopsi anak secara legal, terdapat syarat-syarat adopsi anak yang dimaksud harus dipenuhi yaitu:

Syarat Anak

Syarat anak yang tersebut akan diangkat, meliputi:

  • belum berusia 18 tahun;
  • merupakan anak terlantar atau ditelantarkan;
  • berada di asuhan keluarga atau di lembaga pengasuhan anak; dan
  • memerlukan proteksi khusus.
  • Usia anak angkat yang disebutkan meliputi:[2]
  • anak belum berusia 6 tahun, merupakan prioritas utama;
  • anak berusia 6 tahun sampai dengan belum berusia 12 tahun, sepanjang ada alasan mendesak; dan
  • anak berusia 12 tahun sampai dengan belum berusia 18 tahun, sepanjang anak memerlukan pengamanan khusus.

 
Syarat Calon Orang Tua Angkat

Terdapat 13 aturan adopsi anak yang dimaksud harus dipenuhi calon orang tua angkat manakala ingin melakukan adopsi anak, yakni:[3]

  • sehat jasmani lalu rohani;
  • berumur paling rendah 30 tahun serta paling tinggi 55 tahun;
  • beragama serupa dengan agama calon anak angkat;
  • berkelakuan baik dan juga tidak ada pernah dihukum akibat melakukan langkah kejahatan;
  • berstatus menikah paling singkat 5 tahun;
  • tidak merupakan pasangan sejenis;
  • tidak atau belum mempunyai anak atau cuma mempunyai satu orang anak;
  • dalam keadaan mampu kegiatan ekonomi lalu sosial;
  • memperoleh persetujuan anak juga izin ditulis orang tua atau wali anak;
  • membuat pernyataan tertoreh bahwa pengangkatan anak adalah demi kepentingan terbaik bagi anak, kesejahteraan lalu proteksi anak;
  • adanya laporan sosial dari pekerja sosial setempat;
  • telah mengasuh calon anak angkat paling singkat 6 bulan, sejak izin pengasuhan diberikan; dan
    memperoleh izin Menteri dan/atau kepala instansi sosial.

Adopsi Anak Ilegal

Selain itu, perlu diketahui proses adopsi anak dapat dikatakan adopsi anak ilegal yaitu jika:

  • Pengangkatan anak yang tersebut dilaksanakan tidak untuk kepentingan yang tersebut terbaik bagi anak, tetapi untuk kepentingan pribadi seseorang, lalu diadakan tidak ada berdasarkan adat kebiasaan setempat serta peraturan perundang-undangan yang dimaksud berlaku.
  • Pengangkatan anak yang mana memutuskan hubungan nasab dengan orang tua kandung anak angkat.
  • Calon orang tua angkat ternyata tidak ada seagama dengan anak yang dimaksud diangkat.
  • Pengangkatan anak oleh warga negara asing yang mana telah terjadi ternyata bahwa pengangkatan anak bukanlah merupakan upaya terakhir, lantaran masih ada upaya lainnya.
  • Sanksi pelanggaran terhadap poin 1, 2, lalu 4 dalam menghadapi terdiri dari pidana penjara paling lama 5 tahun dan/atau denda paling banyak Rp100 juta.

(Sumber: Suara.com)