Kisah Lev Yashin: Kiper Legendaris Peraih Ballon dOr yang tersebut Kehilangan 1 Kaki

Kisah Lev Yashin: Kiper Legendaris Peraih Ballon dOr yang digunakan yang disebutkan Kehilangan 1 Kaki

Dailykabar.com – Sosok Lev Yashin tentu telah tak asing bagi penggemar sepak bola dunia. Salah satu momen paling dikenang dari kiper berkebangsaan Uni Soviet ini adalah ketika meraih Ballon d’Or pada 1963.

Sampai pada waktu ini, Lev Yashin menjadi satu-satunya kiper di dalam dunia yang digunakan pernah meraih Ballon d’Or. Di berada dalam kemunculan banyak kiper-kiper hebat di dalam era modern, belum ada yang tersebut mampu memecahkan pencapaiannya tersebut.

Pada sejarah sepak bola, sosok Lev Yashin telah terjadi dikenang sebagai salah satu kiper terbaik sepanjang masa. Berawal dari pribadi buruh pabrik, ia menjelma sebagai legenda di jagat sepak bola.

Namun, kegemilangan Yashin dalam lapangan hijau tak disertai hidup menjauhi akhir hayatnya. Pada penghujung usianya, ia meninggal dengan cuma miliki satu kaki.

Kisah Lev Yashin Kehilangan Satu Kakinya di dalam Akhir Hayat

Lahir pada 1929, Lev Yashin berkembang ketika Nazi menyerang Uni Soviet. Saat usia 18 tahun, ia dihadapkan keputusasaan ketika divonis menderita gangguan saraf.

Mengutip Football365, ia pertama kali bermain bola ketika bekerja di area sebuah pabrik senjata. Kegiatannya ini terus berlanjut hingga menjadi individu sukarelawan militer.

Bakatnya tercium oleh Arkady Chernyshev, instruktur kelompok muda Dynamo Moscow. Momen ini menjadi titik balik menuju kegemilangan kariernya di dalam lapangan hijau.

Sepanjang kariernya, Yashin telah memblokir lebih besar dari 100 tembakan penalti. Penampilan apiknya juga menciptakan timnas Uni Soviet tertarik.

Meski belum berhasil menjadi juara Piala Dunia, Yashin telah beberapa kali tampil pada event bergengsi tersebut. Pada 1963, Yashin yang mana bermain sebagai penjaga gawang secara mengejutkan berhasil mengungguli trofi Ballon d’Or, sebuah penghargaan yang diberikan untuk pemain terbaik pada dunia.

Setelah melintasi jalan panjang di karier sepak bolanya, Yashin justru miliki masa tua yang digunakan terbilang tragis. Sempat berencana menjadi pembimbing atau bekerja di dalam kementerian, ia dirundung kondisi kondisi tubuh yang memburuk.

Yashin beberapa kali telah lama mengalami serangan jantung. Selain itu, sebab kebiasaan merokok sepanjang hidupnya, kiper peraih Ballon d’Or ini harus rela mengawasi sebelah kakinya diamputasi.

Pada akhir hayatnya, Lev Yashin meninggal akibat tumor ganas perut sekitar usia 60 tahun. FIFA mengabadikan sosoknya sebagai bintang internasional yang ikonik dengan jersey kemudian topi pet hitam.

(Sumber:SindoNews)