Hal ini Kata Alwi Farhan Usai Gagalkan Pemain Klub Masuk Pelatnas PBSI

Hal ini Kata Alwi Farhan Usai Gagalkan Pemain Klub Masuk Pelatnas PBSI

Dailykabar.com – JAKARTA – Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Alwi Farhan , mendapat sorotan kala ia melakoni laga head to head dalam Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2023. Ia menjadi penentu nasib dari pemain klub PB Jaya Raya, Muhammad Halim As Sidiq, yang tersebut akhirnya gagal masuk ke pelatnas PBSI pada tahun ini.

Halim sebagai juara Kejuaraan Nasional (Kejurnas) PBSI 2023 mendapat kesempatan untuk masuk ke pelatnas PBSI sebab masih berusia 19 tahun. Namun, untuk menegaskan tiket masuk skuad Cipayung, Halim harus memenangi laga head to head di area Seleknas PBSI 2023 melawan pemain peringkat terendah pada pasukan tunggal putra utama.

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) PBSI 2023, maka lawan yang harus dihadapi Halim sejatinya adalah Christian Adinata. Akan tetapi, sebab kondisi Christian belum pulih benar, maka sikap Christian digantikan pemain peringkat dua terendah yakni Alwi.

“Saya kurang tahu juga, kemungkinan besar sesuai di area peraturan SK kan, pemain pelatnas utama dengan ranking terendah. Mungkin tadinya bang Christian, cuma bang Christian kan belum pulih 100 persen,” ucap Alwi pada waktu ditemui dalam Pelatnas PBSI.

Bagi Alwi, apapun hasil dari laga kontra Halim tak akan memengaruhi posisinya di area skuad Pelatnas PBSI. Sementara Halim wajib memenangi laga kontra juara dunia divisi junior 2023 itu untuk menegaskan tiket ke Pelatnas PBSI.

Hasilnya, Alwi memenangi laga yang disebutkan pasca Halim juga mengalami cedera di dalam kedudukan 21-13, 12-10. Hal ini kemudian memunculkan sejumlah kontroversi. Bukan cuma perihal aturan head to head yang ada pada kelas dewasa Seleknas, tetapi juga Alwi yang dimaksud dianggap menggagalkan Halim masuk ke pelatnas PBSI.

Akan tetapi, Alwi bersikap tenang akibat menurutnya ia cuma menjalankan tugas. Pada satu sisi, pemain berusia 18 tahun itu juga hanya saja ingin memberikan permainan terbaik sebagai penghuni pelatnas.

“Sayangnya beliau (Halim) tidak ada sanggup masuk pada sini. Tapi saya belaka menjalankan tugas saya sebagai pemain. Kadang orang berasumsi, tapi saya belaka menjalankan tugas,” tambah Alwi.

“Itu mah terserah orang mau bilang apa tapi ya kan saya ditugasin cuma buat main saja. Ya saya memberikan yang tersebut terbaik. Ya pasti ada lah sedikit gengsi, dikarenakan saya kan pemain pelatnas juga, trus melawan pemain dari klub,” sambung pemain kelahiran Solo tersebut.

Meski begitu, PBSI melalui Kepala Lingkup Pembinaan kemudian Prestasi (Kabid Binpres), Rionny Mainaky mengungkapkan masih membuka kesempatan untuk menambah pemain di area skuad pelatnas 2024 lewat jalur pemantauan. Asalkan pemain yang dimaksud memenuhi kualitas yang digunakan dibutuhkan.

“Pemantauan tergantung dari keinginan masing-masing sektor. Tapi kalau memang sebenarnya ada yang mana bagus, yang dimaksud dipantau baik untuk ke depannya ya kita akan tarik untuk gabung ke Pelatnas,” kata Rionny.

(Sumber:SindoNews)