Ada Korban Jiwa, Motor Dilarang Lewat Mayangkara

Ada Korban Jiwa, Motor Dilarang Lewat Mayangkara

Dailykabar.com – Beberapa ketika lalu sudah pernah terjadi kecelakaan lalu-lintas atau laka lintas yang menyebabkan individu pengendara motor meninggal pasca bertabrakan dengan kendaraan roda empat di dalam Jembatan Mayangkara, Jalan Wonokromo Surabaya.

Dikutip dari kantor berita Antara, Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Pusat Kota Surabaya (Polrestabes) Surabaya setelahnya berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Pusat Kota Surabaya saat ini resmi melarang kendaraan roda dua atau R2 melintasi Jembatan Mayangkara dari arah selatan atau Sidoarjo (Jalan Ahmad Yani menuju Jalan Wonokromo).

Kasat Lantas Polrestabes Surabaya AKBP Arif Fazlurrahman di keterangannya pada Surabaya, hari terakhir pekan (26/1/2024) menyatakan kebijakan ini diambil oleh sebab itu kecelakaan yang digunakan menciptakan pengendara motor selama Sidoarjo meninggal di tempat Jembatan Mayangkara tadi.

“Sebenarnya penutupan sudah ada dijalankan dua hari kemarin juga rambu larangan masuk dari arah selatan atau Sidoarjo sudah ada dipasang,” jelas AKBP Arif Fazlurrahman.

Foto Udara Bebas Jalan Layang Djuanda di tempat Sidoarjo, Jawa Timur yang mana akan diujicoba jelang Natal 2023 juga Tahun Baru 2024. [ANTARA/HO-BBPJN Jawa Timur-Bali]
Foto udara jalan layang Djuanda dalam Sidoarjo, Jawa Timur yang  diujicoba ketika Natal 2023 kemudian Tahun Baru 2024. Sebagai ilustrasi kawasan menuju Jembatan Mayangkara lalu masuk Pusat Kota Surabaya dari arah Sidoarjo [ANTARA/HO-BBPJN Jawa Timur-Bali]

Saat ini, Kepolisian Surabaya akan terus menyosialisasikan terhadap pengguna jalan raya di tempat Jalan Ahmad Yani maupun kendaraan dari arah Surabaya menuju Sidoarjo.

“Sosialisasi akan kami lakukan selama sepekan ke depan. Kendaraan roda dua sudah ada dilarang naik atau melintas pada Jembatan Mayangkara 24 jam,” tandasnya.

Ditambahkannya bahwa kecelakaan yang digunakan terjadi di tempat Jembatan Mayangkara di kurun waktu satu tahun memang benar semata-mata sekali, namun mengakibatkan fatalitas kecelakaan cukup tinggi.

“Kalau data kecelakaan selama satu tahun cuma sekali, akibat fatalitasnya tinggi sekali. Jadi kami ambil jalan tengahnya, kendaraan dari arah selatan sanggup lewat bawah, oleh sebab itu kapasitas jalan masih mencukupi,” tukas AKBP Arif Fazlurrahman.

Sedangkan, untuk kendaraan roda dua dari arah utara (Jalan Wonokromo ke Jalan Ahmad Yani) akan diatur sesuai kepadatan arus lalu lintas.

“Pengendara motor dari arah utara masih akan ada diskresi sesuai waktu,” pungkasnya.

(Sumber: Suara.com)